Fitur peta interaktif ini menampilkan informasi flora dan fauna secara visual dan intuitif. Data pendukung serta penjelasan lanjutan disediakan pada bagian bawah halaman untuk pengalaman eksplorasi yang lebih mendalam.

Pengertian Flora & Fauna

Elang Jawa

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) adalah spesies elang endemik Pulau Jawa yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Burung ini hidup di hutan pegunungan dengan ketinggian 600-3.000 meter di atas permukaan laut. Dengan panjang tubuh sekitar 60-70 cm, elang Jawa memiliki ciri khas jambul di kepala yang dapat berdiri saat waspada.

Macan Tutul Jawa

Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) adalah subspesies macan tutul yang hanya ditemukan di Pulau Jawa. Termasuk dalam kategori kritis (critically endangered) dengan populasi diperkirakan kurang dari 250 individu dewasa. Mamalia karnivora ini memiliki adaptasi warna hitam (melanistik) yang membantu dalam penyamaran di hutan gelap.

Owa Jawa

Owa Jawa (Hylobates moloch) adalah primata endemik Jawa Barat yang termasuk dalam kategori terancam punah. Primata arboreal ini hidup berkelompok kecil di kanopi hutan dengan ketinggian 1.200-2.400 mdpl. Owa Jawa terkenal dengan suara nyanyiannya yang keras di pagi hari untuk menandai wilayah teritorial.

Kukang Jawa

Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) adalah primata nokturnal endemik Jawa yang termasuk dalam kategori kritis. Hewan ini dikenal dengan gerakannya yang lambat dan kemampuan menghasilkan racun dari kelenjar di ketiaknya. Kukang Jawa aktif di malam hari untuk mencari serangga, buah-buahan, dan getah pohon.

Bajing Terbang Jawa

Bajing Terbang Jawa (Iomys horsfieldii) adalah mamalia kecil dari keluarga Sciuridae yang memiliki kemampuan meluncur dari satu pohon ke pohon lain menggunakan membran kulit yang menghubungkan kaki depan dan belakang. Hewan nokturnal ini hidup di hutan tropis Jawa dan memakan buah, kacang-kacangan, dan serangga.

Rasamala

Rasamala (Altingia excelsa) adalah pohon besar dari keluarga Hamamelidaceae yang tumbuh di hutan pegunungan Jawa. Pohon ini dapat mencapai tinggi 40-60 meter dengan diameter batang hingga 2,5 meter. Kayu rasamala berkualitas tinggi dan tahan lama, sering digunakan untuk konstruksi bangunan dan perabotan.

Anggrek Bulan

Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) adalah spesies anggrek yang ditetapkan sebagai bunga nasional Indonesia. Anggrek epifit ini tumbuh menempel pada batang pohon dengan akar udara. Bunganya berwarna putih dengan bibir bunga berwarna kuning dan merah, mekar selama 2-6 minggu. Anggrek bulan termasuk tanaman yang dilindungi karena populasinya yang menurun.

Padma Raksasa

Padma Raksasa atau Teratai Raksasa (Victoria amazonica) adalah tanaman air dari keluarga Nymphaeaceae yang dikenal dengan daunnya yang sangat besar (diameter hingga 3 meter) dan bunganya yang berukuran besar (diameter 25-40 cm). Meski nama spesiesnya 'amazonica', tanaman ini juga ditemukan di rawa-rawa Jawa. Bunga padma hanya mekar pada malam hari.

Bangke

Bangke atau Suweg Raksasa (Amorphophallus titanum) adalah tumbuhan dari keluarga Araceae yang terkenal dengan bunganya yang mengeluarkan bau bangkai untuk menarik lalat dan kumbang sebagai penyerbuk. Tumbuhan ini termasuk langka dan dilindungi. Bunga bangke dapat mencapai tinggi 3 meter dan mekar hanya selama 24-48 jam.

Teratai Jawa

Teratai Jawa (Nymphaea pubescens) adalah tanaman air dari keluarga Nymphaeaceae yang tumbuh di perairan tenang seperti rawa, danau, dan kolam. Bunganya berwarna putih atau merah muda dengan daun mengapung di permukaan air. Teratai Jawa memiliki nilai ekologis penting sebagai tempat berlindung ikan kecil dan penyerap polutan air.